Saya merasa begitu kecil di hadapan kamu.
Kamu, kamu yang sebaya tetapi mendunia.
Mendunia tanda kutip.
Mendunia karena kamu berpikiran jauh ke depan.
Mendunia karena kamu menghargai dirimu.
Mendunia karena kamu nyaman dengan dirimu.
Mendunia karena tidak berpikiran sempit.
Sempat terbesit sedikit atau sedikit lebih banyak rasa sirik di hati saya.
Kenapa kamu?
Kenapa bukan saya?
Saya tahu.
Karena pepatah itu.
"Nobody Is Perfect"
Semacam klise, tetapi benar nyata adanya.
Saya banyak belajar sama kamu.
Saya menjadi lebih bersyukur.
Saya belajar ikhlas.
Meskipun sulit.
Dan sedikit demi sedikit rasa sirik di hati saya berganti dengan rasa bangga.
Kagum.
Panutan di saat bimbang.
Allah pasti memberi apa yang terbaik untukmu.
Ketika kamu mendapat sesuatu, kamu akan kehilangan sesuatu.
Begitu pula sebaliknya.
Saya yang pendiam ini semakin merasa kecil bila disandingkan dengan kamu.
Tapi saya selalu berdoa yang terbaik buat kamu.
Teruskan cita-cita saya dan keluarga, ya.
Kita mendoakanmu dari jauh.
Sukses. Dan tetap "mendunia".
Salam sayang.
0 komentar(s):
Post a Comment